Maturity

15 08 2009

Habis nganterin ibu ma adik ke POLDA buat pelantikan PKS adik. Secara aku merasa sangat bosan, dan di sana hanya ada ibu-ibu yang mendampingi anaknya (kyknya gak ada yg seumuran denganku), makanya aku ngabur duluan dan berendam di warnet deket situ.

Sedikit berpikir, ternyata aku ini masih kekanak-kanakan ya. Aku masih belum bisa bersikap dewasa terhadap adikku. Masih suka rebutan, njailin, nggangguin, cuek, apatis, etc. Mungkin karena waktu kecil aku dah pisah dari ortuku kali ya sehingga aku merasa kehilangan masa kecilku. Dan begitu sekarang tinggal ma ibu, rasanya ingin mengambil kembali masa2 indah yang telah hilang itu. benar2 gak dewasa. Aku bukanya pengen nyalahin nasibku yg harus pisah dari ortu terlalu cepat, tapi tetap saja terkadang pemikiran seperti itu menyusup ke dalam otakku.

‘Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan’. Bukannya mau ngiklanin merk rokok loh, cuma ngerasa kalo kata2 itu ada benarnya juga. Jadi dewasa itu tidak tergantung pada ada tidaknya ortu di dekat kita. Tidak tergantung pada situasi di lingkungan kita. Berapapun usia kita, kalo kita memilih dengan penuh kesadaran untuk menjadi dewasa, maka kita akan menjadi dewasa dengan sendirinya.

Meski sudah tahu begitu, kenapa tetap saja sulit ya untuk bersikap dewasa? Mungkin karena kita tahu ada resiko yang harus kita tanggungg dan hambatan yang harus kita atasi kalo bener2 mau jadi dewasa. Jadi, udah takut duluan buat ngambil keputusan. In the end, we won’t go anywhere, and we won’t reach anything.

Advertisement

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.